
Baturaja – Bertempat di Kantor PT KAI Baturaja, pada Kamis, 16 Mei 2024 anggota FKLL (Forum Komunikasi Lalu Lintas) yaitu Jasa Raharja Baturaja bersama PT KAI Baturaja yang dihadiri oleh Kepala Stasiun, Iwan didampingi Kepala Peleton Polsuska, Julian Adi Putra beserta jajaran melaksanakan rapat koordinasi. Kegiatan rapat tersebut merupakan inisiasi dari PT Jasa Raharja Perwakilan Baturaja yang menyampaikan bahwa sampai dengan 30 April 2024 kecelakaan yang melibatkan kereta api dan juga antara kereta api dengan kendaraan bermotor meningkat apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jasa Raharja melalui Kepala Perwakilan Baturaja, Krisnoadi Kusumo Nugroho didampingi Petugas Jasa Raharja bidang Pelayanan, Insan Kamil menyampaikan bahwa kejadian kecelakaan yang melibatkan kereta api sampai dengan April 2024 sendiri sebanyak 5 kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia 5 orang dan luka-luka 38 orang. Sedangkan di periode yang sama tahun lalu hanya terjadi 4 kejadian kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan jumlah korban 4 orang luka-luka.
Dari data yang disampaikan Jasa Raharja Baturaja, menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan yang melibatkan kereta api sangat memprihatinkan, melalui rapat koordinasi diharapkan masing-masing instansi dapat saling bekerja sama untuk menekan terjadinya kecelakaan periode selanjutnya. Yang terpenting seluruh stakeholders dapat memaparkan program dan tindak lanjut masing-masing. Hal ini bertujuan agar program dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan pada rapat hari ini.
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Baturaja, Krisnoadi menyampaikan bahwa dalam menekan angka kecelakaan dan korban di bidang transportasi diperlukan adanya kolaborasi dan kerjasama antar instansi, terutama anggota FKLL sesuai tupoksinya masing-masing.
“Jasa Raharja telah memberikan pelayanan yang maksimal kepada korban laka lantas serta berupaya melaksanakan upaya pencegahan kecelakaan dalam ruang lingkup socio engineering. Semoga dengan adanya kegiatan rapat FKLL ini dapat segera terumuskan formula yang efektif dalam menurunkan angka kecelakaan di jalan terutama yag melibatkan antara kereta api dengan pejalan kaki atau kendaraan bermotor,” tutup Krisnoadi.
