Ogan Ilir – Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Samsat Ogan Ilir 1 bersama UPTB Ogan Ilir 1, Satlantas Ogan Ilir, dan Jasa Raharja Ogan Ilir melaksanakan program “Samsat Menyapa” di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta memperkuat komunikasi langsung antara petugas dan pemilik kendaraan.
Program dimulai dengan koordinasi antar‑instansi pada awal minggu, di mana petugas Samsat menyiapkan edukasi, formulir pendataan, dan perlengkapan. Pada hari pelaksanaan, tim yang terdiri dari petugas Samsat, Satlantas, serta Jasa Raharja yang diwakili Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Ogan Ilir I, Dery Kurniawan .hadir ke beberapa titik strategis di wilayah kecamatan. Mereka menyapa warga, melakukan pendataan kendaraan yang belum membayar PKB, dan memberikan penjelasan tentang prosedur pembayaran serta manfaat kepatuhan pajak bagi tertib administrasi kendaraan.
Selain pendataan, petugas memberikan materi edukasi berupa brosur dan penjelasan lisan mengenai konsekuensi keterlambatan pembayaran serta cara mengakses layanan daring Samsat. Masyarakat yang hadir dapat langsung menanyakan permasalahan administrasi, memperbaiki data kendaraan, dan bahkan melakukan pembayaran PKB secara on‑site bila memungkinkan. Pendekatan langsung ini diharapkan dapat menurunkan tingkat tunggakan pajak di daerah tersebut.
Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Sumatera Selatan, Mulkan di tempat terpisah menyampaikan , “Jasa Raharja sebagai bagian dari Samsat turut mendukung kegiatan ini sebagai bentuk sinergi bersama stakeholder dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan kepatuhan pemilik kendaraan bermotor,”
Melalui “Samsat Menyapa”, Samsat Ogan Ilir 1 berupaya menjadikan layanan publik lebih mudah diakses dan memperkuat hubungan antara aparat dan warga. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan secara berkala, sehingga kesadaran pajak kendaraan bermotor semakin tinggi dan manfaat administratif dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Ogan Ilir.
